{"id":1819,"date":"2018-12-04T12:00:44","date_gmt":"2018-12-04T05:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/?p=1819"},"modified":"2018-12-04T12:03:43","modified_gmt":"2018-12-04T05:03:43","slug":"menjadi-sosok-berakhlak-di-era-serba-terbalik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/?p=1819","title":{"rendered":"MENJADI SOSOK BERAKHLAK DI ERA SERBA &#8220;TERBALIK&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">MENJADI SOSOK BERAKHLAK DI ERA SERBA &#8220;TERBALIK&#8221; <\/span><\/span><\/span><\/span><br \/>\n<span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Oleh; <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Aris Adi Leksono *<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kurang lebih 20 tahun yang lalu, dalam sebuah akhlak tasawuf yang disampaikan beliau alm. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Hadrsatusy Syekh Romo KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi, di Pesantren Al Fitrah, Surabaya, yang penting adalah peringatan di zaman yang serba terbalik. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Beliau menyampaikan sebuah kalimat sederhana, tetapi memiliki makna yang cukup dalam, &#8220;ro&#8217;aa munkaron ma&#8217;ruufan, wa ma&#8217;ruufan munkaron&#8221;, yang buruk terlihat baik, yang baik terlihat buruk &#8220;.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Di era disruptif ini, menunjukkan bahwa dawuh semakin terbukti, saat itu Beliau Alm. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Hadrsatusy Syekh Romo KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi ra mencontohkan fenomena yang terjadi di masyarakat, orang banyak mengaku kiai, padahal dia bukan kiai, banyak orang atau kelompok yang mengaku dan paling benar, banyak orang atau kelompok yang mengaku paling selamat, akhirnya yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Subhanallah, untuk memperlakukan zaman yang demikian, beliau mendoakan jama&#8217;ah agar diberikan dari berbagai macam fitnah, kedzaliman, dan tetap istiqomah dalam menjalani agama Islam sesuai dengan tuntunan guru dan amaliyah salafunassholikh.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Lihatlah saat ini, sebagain ulama berpandangan ini adalah bagian dari tanda akhir zaman, tanda kiamat sudah dekat. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Disebutkan dalam sebuah hadist; <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">&#8220;Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh ayah kamu sebelumnya, karena itu jauhkanlah diri dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu.&#8221; HR Muslim<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Teknologi semakin canggih, informasi semakin cepat tersebar. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Namun tak jarang, informasi yang tersebar itu merupakan berita bohong, pengalihan isu bahkan hal yang sebaliknya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Pada kondisi lain, dalam sebuah hadis mencerminkan; <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">\u00e2\u20ac\u0153Di antara tanda-tanda koreksi kiamat dunia ini akan dikuasai oleh Luka &#8216;bin Luka&#8217; (orang yang bodoh dan hina). <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Maka orang yang paling baik adalah orang yang beriman yang diapit oleh 2 orang mulia \u00e2\u20ac\u009dHR Thabrani.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Belakangan, akhir-akhir ini, banyak sekali yang tadinya orang biasa, tiba-tiba saja tiba-tiba ada seorang kiai, seorang ustadz, seorang habib, seorang imam besar, dan lain sebagainya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Tampak jelas bahwa &#8220;lebeling&#8221; yang dilakukan hanya untuk meraih simpatik dan pengaruh belaka. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Pada kondisi sosial lainnya, dapat disaksikan orang yang dulunya tidak punya track record kepemimpinan dan keulama&#8217;an yang teruji, tiba-tiba muncul dan diper yg akan menjadi tenaga yang akan mendatangkan berkah, keadilan dan kesejahteraan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Hal ini merupakan hal yang dilakukan oleh pengulangan sejarah dan pembuktian hadis Rasulullah Muhammad SAW. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Pada masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin hal yang sama juga terjadi. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pun bersabda: \u00e2\u20ac\u0153Dari kelompok orang ini (orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah dari Bani Tamim Al Najdi), akan muncul lagi orang-orang yang pandai membaca Al Qur`an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka, bahkan mereka membunuh orang-orang Islam, dan pergi para penyembah berhala; <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">mereka keluar dari Islam seperti panah yang meluncur dari busurnya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Seandainya aku masih mendapati mereka, akan kumusnahkan mereka seperti musnahnya kaum &#8216;Ad. \u00e2\u20ac\u009d(HR Muslim 1762).<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Kalimat yang berarti &#8220;mereka yang membaca Al Qur&#8217;an tetapi tidak sampai melewati kerongkongan&#8221; adalah kalimat majaz. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">&#8220;Tidak berlalu kerongkongan&#8221; kiasan dari &#8220;tidak sampai ke hati&#8221; artinya mereka membaca Al Qur&#8217;an namun tidak menjadikan mereka berakhlakul karimah.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda \u00e2\u20ac\u0153Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan Akhlak.\u00e2\u20ac\u009d (HR Ahmad)<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: \u00e2\u20ac\u0153Barangsiapa yang bertumbuh ilmunya tapi tidak bertambah hidayahnya, maka dia tidak bertambah jauh kepada Allah sejauh puluhan tahun\u00e2\u20ac\u009d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Semakin banyak mengenal Allah (ma&#8217;rifatullah) melalui ayat-ayat-Nya qauliyah dan kauniyah, maka semakin dekat hubungan dengan-Nya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Ilmu harus dikawal hidayah. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Tanpa hidayah, seseorang yang berilmu menjadi sombong dan semakin jauh dari Allah ta&#8217;ala. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Ulama (ulama) yang mendapat hidayah (karunia hikmah) maka berlakunya Allah ta&#8217;ala yang semakin dekat dengan menghasilkan maqom disisiNya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Selain diperibahasakan oleh orang tua lagi seperti itu, semakin tebal semakin tebal, semakin berilmu dan beramal maka semakin tawadhu, rendah hati dan tidak sombong.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: \u00e2\u20ac\u0153Akan munculkan sekte \/ firqoh \/ kaum dari orangku yang pandai membaca Al Qur\u00ca\u00bban. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Dimana, bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bacaan mereka. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Demikian pula shalat Anda dari shalat mereka. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Juga puasa mereka dibandingkan dengan puasa kalian. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Mereka membaca Al Qur\u00ca\u00bban dan mereka menyangka bahwa Al Qur\u00ca\u00bban itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al Qur\u00ca\u00bban itu adalah (bencana) atas mereka. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Shalat mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Mereka keluar dari Islam artinya anak panah meluncur dari busurnya \u00e2\u20ac\u009d. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">(HR Muslim 1773)<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Begitupula kalimat yang berarti &#8220;mereka sholat tetapi tidak sampai melewati batas&#8221; adalah kalimat majaz. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">\u00e2\u20ac\u0153Tidak sampai melewati batas\u00e2\u20ac\u009d kiasan dari \u00e2\u20ac\u0153tidak sampai ke hati\u00e2\u20ac\u009d artinya sholatnya tidak mencegah perbuatan keji dan mungkar, sholatnya tidak menjadikannya berakhlak mulia.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Perspektif sosiologis menunjukkan bahwa gesekan ideologi dalam konstalasi politik saat ini, semakin menemukan momentumnya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Polarisasi kelompok idoelogis semakin menguatkan pro dan kontra. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan simpatik masyarakat dan kemenangan, meskipun dengan cara yang tidak berakhlak mulia. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Satu dengan lainnya saling mengisi, saling menghujat, selalu tidak baik, tidak selalu benar, di sisi lain yang paling benar, paling baik, paling bisa memberikan solusi, dan prilaku &#8220;kesucian&#8221; lainnya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Dari narasi pembuktian sejarah yang terulang, fenomena akhir zaman, atau bacaan dari renungan mendalam dari ulama sufi, dan polarusasi politik aliran, sangat penting bagi masyarakat Indonesia, terutama para elit untuk berfikir jernih, bermuhasabah diri tentang apa akibat dari sikap mejamurnya &#8220;kullu hizbin bimaa ladaihim farihuun &#8220;?, setiap kelompok paling tepat, setiap kelompok hanya Sendiri diri dan kelompoknya sendiri. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Bagaimana nasib sehat, masyarakat, rakyat, bangsa, dan negara ke depan?, Lantas apa yang harus dilakukan bersama untuk mengubah kondisi yang akan melipatgandakan rasa persaudaraan antar sesama muslim, sesama bangsa yang hidup dalam satu negara?, Tentu semua &#8220;kita&#8221; ingin hidup di &#8220;Negeri Surga&#8221; dengan lingkungan yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Diterjemahkan dari, Sangat Penting, dan Diterapkan untuk Mengembangkan Kapasitas-Kapasitas Gerakan Nasional Berbasis keteladanan (uswah) akhlak mulia. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Kepemimpinan yang mengacu pada filosofi dasar diutusnya Rasulullah Muhammad SAW, yaitu mengedapankan akhlak mulia. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Tambahan Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam diutus untuk mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla saja dan memperbaiki akhlak manusia. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: <\/span><\/span><br \/>\n<span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">&#8220;Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.&#8221;<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Sesungguhnya antara akhlak dengan &#8216;aqidah ada hubungan yang sangat kuat sekali. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Kaum Mukminin yang paling sempurna adalah yang paling baik di antara mereka, dan yang paling baik di antara Anda adalah yang paling baik untuk isteri-isterinya&#8221;.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Mursyid thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah al-Ustmaniyah, alm. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Hadrsatusy Syekh Romo KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi ra mengatakan &#8220;ada teman yang bisa mengingat dan dekat dengan Allah SWT&#8221;. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Orang yang dapat menemukan &#8220;rasa&#8221; indahnya ingat dan dekat dengan Allah SWT, pasti akan menunjukkan prilaku akhlak yang mulai, terhindar dari akhlak tercela, tidak sampai terbersit sedikitpun untuk berprasangka buruk kepada orang lain, membakar orang lain, membersihkan menghinakan orang lain. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Dalam tazkiyatun nufus dalam kajian tasawuf dikenal dengan tahapan tekholli, tahalli, dan tajalli.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Akhlak mulia yang muncul dari jiwa yang bersih (tazkiyatun nufus) karena proses pengamalan ajaran agama Islam yang akan membawa pada pribadi uswatun hasanah bagi orang-orangnya, menjadi penyejuk dan qurrata &#8216;ayun bagi mahluk disekelilingnya. <\/span><span style=\"vertical-align: inherit\">Itulah esensiahami, mendalami, dan mengamalkan nilai keislaman, keimanan, dan disempurnakan dengan &#8220;ke-ihsan-an&#8221;.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Walhasil, menjadi pribadi yang baik adalah impian semua orang, beragama dengan kaffah tugas semua hamba, mendapatkan dunia dan akhirat adalah tujuan semuanya. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Untuk mencapai dan mewujudkannya secara tuntunan Rasulullah Muhammad SAW perlu dasar pemahaman dan pengamalan agama di dalam, hingga menemukan rasa mahabbatullah dan ma&#8217;rifatullah. <\/span><\/span><\/span><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">Pancaran rasa itu, adalah jati diri akhlakul karimah, yang tidak hanya pada maqom islam, iman, tapi istiqomah dalam ke-ihsan-an.<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\"><span style=\"vertical-align: inherit\">* Penulis adalah Guru MTsN 34 Jakarta \/ Ketua MGMP Fikih MTs DKI Jakarta<\/span><\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENJADI SOSOK BERAKHLAK DI ERA SERBA &#8220;TERBALIK&#8221; Oleh; Aris Adi Leksono * Kurang lebih 20 tahun yang lalu, dalam sebuah akhlak tasawuf yang disampaikan beliau alm. Hadrsatusy Syekh Romo KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi, di Pesantren Al Fitrah, Surabaya, yang penting adalah peringatan di zaman yang serba terbalik. Beliau menyampaikan sebuah kalimat sederhana, tetapi memiliki makna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":1820,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[41],"tags":[78,64,77,79],"class_list":["post-1819","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-guru-dan-siswa","tag-akhlak-mulia","tag-madrasah","tag-pendidikan-madrasah","tag-pribadi-muslim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1819"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1819"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1824,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1819\/revisions\/1824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtsn34.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}