KEPALA MTSN 34 JAKARTA; MENUMBUHKAH KARAKTER LEADERSHIP DENGAN ESKUL PASKIBRA

KEPALA MTSN 34 JAKARTA; MENUMBUHKAH KARAKTER LEADERSHIP DENGAN ESKUL PASKIBRAReviewed by Humas MTs N 34 Jakartaon.This Is Article AboutKEPALA MTSN 34 JAKARTA; MENUMBUHKAH KARAKTER LEADERSHIP DENGAN ESKUL PASKIBRAKEPALA MTSN 34 JAKARTA; MENUMBUHKAH KARAKTER LEADERSHIP DENGAN ESKUL PASKIBRA Salah satu fokus pendidikan madrasah adalah pembentukan karakter mulia bagi warga madrasah, khususnya peserta didik. MTsN 34 Jakarta dengan visi masdrasah unggul, tangguh, dan humanis, terus berusaha melakukan perbaikan untuk memberikan pelayanan prima kepada peserta didik. Salah satu layanan yang diberikan adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan […]

KEPALA MTSN 34 JAKARTA; MENUMBUHKAH KARAKTER LEADERSHIP DENGAN ESKUL PASKIBRA

Salah satu fokus pendidikan madrasah adalah pembentukan karakter mulia bagi warga madrasah, khususnya peserta didik. MTsN 34 Jakarta dengan visi masdrasah unggul, tangguh, dan humanis, terus berusaha melakukan perbaikan untuk memberikan pelayanan prima kepada peserta didik. Salah satu layanan yang diberikan adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan atau leadership pada peserta didik.

Sebagaiman yang disampaikan Kepala MTsN 34 Jakarta, Akhmad Hakim, S.Ag, M.Si. “Penanaman karakter mulia adalah ciri khas madrasah, kita akan gembleng peserta didik dengan pembiasaan positif, terintegrasi dalam pembelajaran di kelas, serta dalam kegiatan eskul. Masa depan anak-anak kita tergantung karakter yang dimiliki. Eskul Paskib, tolong pembina diperkuat untuk menumbuh karakter leadership”.

“Jika mereka (red;peserta didik) memiliki leadership yang baik, maka mereka pasti akan bertanggung jawab dalam setiap urusan, pasti akan disiplin, dan peduli pada orang lain”, Terang pria yang kerap disapa Pak Hakim

Pembiasaan yang dimaksudkan adalah sebagaimana disampaiakn Aris Adi Laksono, Wakil Humas dan Pengembangan Mutu MTsN 34 Jakarta, “Karakter terbentuk atas kebiasaan dan pembiasaan tertentu, dapat diamati dalam sebuah prilaku yang ajeg, istiqomah, terus menerus. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya karakter tertentu, mulai dari nilai intrinsik dan ekstrinsik. Lingkungan tentu faktor yang sangat besar mempengaruhi karekter tersebut. Santri identik dengan lingkungan pesantren, maka kehidupan pesantren adalah karakter yang melekat pada santri. Jiwa yang religius, sikap sosial yang akomodatif adalah bagian dari karakteristik lingkungan pesantren.”. Ars

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below