Pokja Inovasi Adiwiyata MTs Negeri 34 Jakarta
Dalam upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, Pokja Inovasi Adiwiyata MTs N 34 Jakarta terus menunjukkan peran aktifnya melalui berbagai program kreatif dan inovatif. Tim yang terdiri dari guru dan murid ini menjadi motor penggerak dalam menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan di lingkungan madrasah.
Salah satu unggulan berbagai kegiatan kreatif adalah pembuatan ekobrick, sebagai salah satu upaya inovatif dalam mengurangi sampah plastik. Kegiatan ini melibatkan murid, guru, serta seluruh elemen madrasah yang dengan penuh antusias berpartisipasi dalam mengolah limbah plastik menjadi sesuatu yang berguna.
Beberapa kegiatan kreatif yang dilakukan diantaranya adalah:
- PEMBUATAN EKOBRIK
Proses pembuatan ekobrik dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah plastik non-organik seperti bungkus makanan dan kantong plastik, kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam botol plastik hingga padat. Botol yang telah terisi penuh tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk kreatif.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang pengelolaan sampah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Kegiatan ekobrik menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain berdampak pada pengurangan sampah plastik di lingkungan madrasah, kegiatan ini juga mendorong kreativitas siswa dalam menciptakan inovasi ramah lingkungan.
B. RAK BUKU (DARI PRALON KE POJOK BACA)
Dalam rangka menumbuhkan budaya literasi, warga madrasah melaksanakan kegiatan pembuatan rak buku dari pralon bekas untuk mempercantik pojok baca. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk inovasi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah yang sudah tidak terpakai menjadi sarana edukatif.
Keberadaan rak buku hasil karya sendiri memberikan rasa bangga dan meningkatkan minat baca siswa. Pojok baca yang sebelumnya sederhana kini menjadi lebih hidup, nyaman, dan menarik untuk digunakan sebagai tempat belajar dan membaca.







C. KOTAK TEMUAN
Kotak temuan yang dibuat oleh Pokja Inovasi meliputi barcode tanaman pembuatan rumah botol. Dan kotak tempat mengumpulkan barang-barang murid yang tertinggal .kotak untuk mengumpulkan berbagai temuan permasalahan lingkungan, ide kreatif, serta saran dari seluruh warga madrasah.
Barcode informasi tanaman menjadi inovasi sederhana namun bermakna. Setiap tanaman dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai menggunakan ponsel, sehingga pengguna dapat langsung mengakses informasi penting seperti nama tanaman, manfaat, cara perawatan, hingga peranannya bagi lingkungan. Melalui teknologi ini, belajar tentang alam menjadi lebih interaktif, praktis, dan menarik. Barcode informasi tanaman tidak hanya mempercantik taman sekolah, tetapi juga mengajak seluruh warga sekolah untuk lebih mengenal, mencintai, dan menjaga keanekaragaman hayati di sekitarnya.
Kotak temuan yang kedua berupa rumah botol tempat meletakkan sampah plastik berupa botol dan gelas plastik. Pada rumah botol dipasang informasi syarat dan ketentuan botol dan gelas plastik dapat masuk ke dalam rumah botol.


Kegiatan diawali dengan perencanaan desain kotak temuan yang ramah lingkungan. Para murid memanfaatkan bahan-bahan bekas.Hal ini sejalan dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam program Adiwiyata. Dengan penuh semangat, siswa membersihkan, memotong, dan merakit bahan-bahan tersebut menjadi kotak yang kokoh dan menarik.

Setelah selesai dibuat, kotak temuan ditempatkan di tempat strategis seperti depan kelas, area dekat dengan meja piket. Setiap warga madrasah dapat memasukkan kertas berisi laporan temuan.
D. KREASI BATIK JUMPUTAN RAMAH LINGKUNGAN
Inovasi kreatif melalui pembutan batik jumputan dengan memanfaatkan pewarna alami menjadi saran edukai yang memadukan nilai seni, kearifan local dan kepedulian terhadap lingkungan.
Murid diajak mengenal berbagai sumber pewarna alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun pandan untuk warna hijau, kunyit untuk warna kuning, kulit bawang untuk warna cokelat, serta bunga-bungaan yang menghasilkan warna yang indah dan unik. Proses pembuatan batik jumputan dilakukan dengan teknik ikat celup sederhana, namun menghasilkan motif yang menarik dan penuh nilai estetika.

enggunaan pewarna alami membantu mengurangi pencemaran air dan tanah, sehingga sejalan dengan prinsip Adiwiyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

E. ALAT CUCI TANGAN
Inovasi sederhana namun berdampak besar melalui pembuatan alat cuci tangan dari ember bekas. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian warga madrasah terhadap kesehatan sekaligus pelestarian lingkungan. Dengan memanfaatkan ember bekas yang sudah tidak terpakai, peserta didik bersama guru berkreasi membuat alat cuci tangan yang praktis dan efisien. Ember dilengkapi dengan kran air, penyangga, serta wadah sabun, sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh seluruh warga sekolah. Proses pembuatannya pun melibatkan kerja sama, kreativitas, dan semangat gotong royong.




Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan penyakit, tetapi juga memahami konsep daur ulang dan pemanfaatan barang bekas. Ember yang semula tidak terpakai kini memiliki nilai guna baru yang bermanfaat.
F. HIDROPONIK
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, madrasah menghadirkan inovasi hijau melalui budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Metode ini menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan lahan, sekaligus sarana edukasi yang menarik dan aplikatif bagi murid.
Dalam kegiatan ini, murid belajar menanam beberapa jenis sayuran seperti selada, kangkung, dan pakcoy tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan memanfaatkan air yang diperkaya nutrisi. Media tanam yang digunakan pun berasal dari barang bekas seperti gelas air mineral, sehingga sejalan dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam program Adiwiyata.

Proses pembelajaran hidroponik tidak hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Hidroponik menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat memberikan manfaat besar. Selain memperindah lingkungan madrasah, hasil panen juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi sehat.
G. RISET PEMANFAATAN LIMBAH
Pemanfaatan limbah merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran hidup berkelanjutan. Limbah yang sering dianggap tidak berguna seperti sisa makanan sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Tim Riset MTs Negeri 34 Jakarta yang tergabung dalam BENEDICT (Belajar Meneliti Dinamis Inovatif Cakap dan Terlatih) mencoba mengolah limbah menjadi benda yang lebih bermanfaat. Ada tiga penelitian yang telah dilakukan yaitu:
- Pemanfaatan ampas kelapa sebagai pupuk dengan judul penelitian ”Pemanfaatan Ampas Kelapa Menjadi Pupuk Organik Cair Untuk PertumbuhanTanaman Kangkung” yang dilakukan oleh Muhammad Haidar Azzam dan Abdullah Fata As Shabro.



2. Pemanfaatan kulit pisang sebagai biobatere dengan judul peelitaian Pengembangan Bibarali (Bio Baterai Ramah Lingkungan Dari Kulit Pisang dan Bakteri Prebiotik Yogurt dilakukan oleh Marwah Nurul Izzah, Abdullah Syafiq dan Abdurrahman Kindi As Shabro




3. Pemanfaatan kulit alpukat sebagai bioplastik dengan judul penelitian “Solusi Inovatif Transformasi Limbah Kulit Alpukat Menjadi Bioplastik (edible film) sebagai upaya mengurangi limbah plastik yang dilakukan oleh Safia Husna.

H. TAMAN HIJAU
“Duduk Nyaman di Taman Hijau, Belajar Mencintai Lingkungan Setiap Waktu”
Taman hijau yang dirancang sebagai tempat duduk santai dan area istirahat bagi warga madrasah. Taman ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang relaksasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan yang nyaman, asri, dan menyejukkan.

Area taman dilengkapi dengan tempat duduk yang tertata rapi di bawah naungan tanaman gantung yang secara kreatif menciptakan suasana hijau, indah dan menyegarkan, sehingga warga madrasah dapat menikmati waktu istirahat dengan lebih nyaman dan menyenangkan.


Di sekitar taman juga terdapat instalasi hidroponik yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus penghijauan lingkungan. Melalui keberadaan tanaman hidroponik, murid dapat mengenal teknik budidaya tanaman yang hemat lahan dan ramah lingkungan. Kehadiran hidroponik menambah nilai edukatif taman serta memperkaya wawasan siswa tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan program Adiwiyata. madrasah semakin menunjukkan perannya dalam membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus mendukung gerakan literasi. Diharapkan, inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk terus berkreasi dalam memanfaatkan limbah menjadi sarana yang bermanfaat.
Dengan adanya kegiatan ini, program Adiwiyata di madrasah semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Diharapkan, kebiasaan baik ini dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengelola sampah secara bijak.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pokja Adiwiyata terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya nyaman, tetapi juga berwawasan lingkungan. Diharapkan, berbagai inovasi yang telah dilakukan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam mendukung gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Pokja Inovasi tetap berusaha menumbuhkan kesadaran kolektif warga madrasah akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Related Posts
GELAR KARYA LITERASI MTs NEGERI 34 JAKARTA BERLANGSUNG MERIAH DAN PENUH INSPIRASI
MTs Negeri 34 Jakarta Gelar Wisuda Tahfidz Siswa Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026
Wisuda Tahfidz Kelas IX MTs Negeri 34 Jakarta Tahun Pelajaran 2025/2026
MTs Negeri 34 Jakarta Gelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026
Murid Kelas 9 MTs Negeri 34 Jakarta Ikuti Munaqosyah Juz 30
GTK MTs Negeri 34 Jakarta Torehkan Prestasi di Antologi Cerpen Antikorupsi KPK RI
Monev TKA KanwilL dan Kemenag Kota Kuatkan Semangat Berprestasi Murid Kelas 9 MTsN 34 Jakarta
Pelaksanaan ASAT MTs Negeri 34 Jakarta Berjalan Tertib dan Lancar
Fajar Herlambang: Humas Madrasah Harus Hadirkan Konten yang Menarik
Berita Kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 H di MTs Negeri 34 Jakarta
