MTsN 34 Jakarta, Pembiasaan Istighotsah untuk Memupuk Rasa Kebersamaan

Langit Kelurahan Makasar Jakarta Timur terlihat mendung pekat ketika waktu menunjukkan pukul 06.00, Jl. Kerja Bakti VII selalu terlihat riuh dan ramai saat pagi menjelang. Dengan menggunakan seragam ungu lengkap dengan jilbab rapi bagi yang putri, dan beberapa orang mengenakan peci putih bagi yang putra, anak-anak itu berjalan beriringan menuju Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 34 Jakarta. Madrasah yang berlokasi di Kecamatan Makasar Jakarta Timur ini memang menerapkan disiplin tinggi bagi siswa siswinya, sebelum pukul 06.30 anak-anak sudah diwajibkan hadir di sekolah untuk mempersiapkan kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan belajar mengajar selalu diawali dengan pembiasaan yang diisi dengan kegiatan berberbeda bagi tiap kelas di setiap harinya. Pembiasaan untuk mengawali kegiatan belajar mengajar berbentuk ibadah bersama, yaitu tadarus, shalat dhuha, setoran hafalan Al-Quran dan istighosah. Untuk tadarus dan shalat duha dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, jika hari selasa kelas 7 berjamaah shalat dhuha di mushala madrasah, kelas 8 dan 9 tadarus di kelas, hari rabu kelas 8 shalat dhuha berjamaah di musahala madrasah, kelas 7 dan 9 tadarus di kelas, begitu seterusnya.
Tiap guru yang mengajar di jam pertama bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan pembiasaan tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan mengumpulkan infak dari tiap siswa yang hasilnya digunakan untuk pembangunan mushala dan kemaslahatan umat yang lain.
Jumat (12/1) pagi ini terlihat sedikit berbeda dari biasanya, karena bertepatan dengan jadwal istighosah yang selalu dilakukan pada hari Jumat di minggu kedua dan keempat setiap bulannya. Cuaca mendung tidak menghalangi seluruh warga sekolah berkumpul dan duduk bersila di lapangan sekolah yang asri, dengan beralaskan karpet, kepala madrasah, dewan guru, karyawan sekolah dan seluruh siswa-siswi MTs N 34 membaur dan bermunajat kepada Allah SWT.

Istigoshah kali ini dipimpin oleh Bapak Usup Sidik, S.Ag, Guru Fiqih dan Al-Quran Hadist. Menurut beliau “istighoshah dilakukan selain untuk melaksanakan program yang telah disepakati oleh Madrasah, juga sebagai bentuk pembiasaan bagi seluruh warga sekolah umumnya dan siswa siswi madrasah pada khususnya, untuk menyebut Asmaul Husna, nama-nama indah, baik, agung dan mulia sesuai dengan sifat-sifat Allah SWT. Selain itu, istighosah juga sebagai bentuk ikhtiar bagi anak-anak untuk bermunajat kepada Allah SWT agar diberi ilmu yang bermanfaat.”
“Milik Allahlah nama-nama yang indah, dan memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut” (Al-A’raaf: 180)
Pada akhirnya, Istighosah adalah upaya untuk memupuk kebersamaan antar warga MTs N 34 Jakarta, dan juga bentuk pembiasaan yang insyaallah menambah iman dan taqwa, rasa peduli, serta saling mendoakan kebaikan bagi sesame muslim.
Tepat pukul 07.00, gerimis pun perlahan turun bertepatan dengan selesainya istighosah, seluruh siswa bergegas memasuki kelas masing-masing untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan semangat serta harapan agar Allah mengijabah doa-doa yang telah dilantunkan.

Oleh : Haris Nur Prasetyo, S.Pd

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below