MTsN 34 Jakarta Timur Bersama BPBD Propinsi DKI Jakarta Adakan Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB)

Jakarta — (Humas MTsN 34 Jakarta Timur). Kamis (21/8/2025) MTsN 34 Jakarta Timur bekerjasama dengan BPBD Propinsi DKI Jakarta melakukan kegiatan Sosialisasi  pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Peserta kegiatan yang berjumlah 85 orang terdiri dari unsur siswa, GTK, Komite Madrasah, Orangtua siswa yang diwakili oleh koordinator kelas (Korlas) dan tokoh masyarakat  yaitu ketua RT 009 dan ketua RW 007 Kelurahan makasar  Jakarta Timur.

Dalam kegiatan SPAB dibuka oleh kepala seksi Penanggulangan Bencana BPBD Propinsi DKI Jakarta Embai Suhaimi. Embai menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi sejak dini kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Madrasah salah satu lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam edukasi tersebut. Atas kerjasama ini BPBD Propinsi DKI Jakarta berharap warga DKI makin melek informasi tentang kebencanaan dan semakin banyak warga yang teredukasi dengan program sosialisasi semacam ini.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 sampai dengan 15.00 WIB  diikuti dengan sangat antusias baik dari siswa, GTK dan orangtua. Titis, volunter yang menjadi salah satu narasumber mengungkapkan, excited ternyata siswa sangat antusias dengan kegiatan ini,  mereka mengatakan pengetahuan kami menjadi bertambah berkaitan bencana yang ada disekitar kita. Dan kami  menjadi tahu apa yang harus kami lakukan jika terjadi bencana, sekaligus kami juga dapat melakukan mitigasi terhadap bencana. Apalagi kegiatan ini dilakukan dengan metode yang sangat variatif sehingga kami tidak bosan.

Tasril, selaku narasumber BNPB menyampaikan : “Bagaimanapun sekolah harus tangguh terhadap bencana, karena Peta di Indonesia merah semua…artinya seluruh daerah perlu siap sedia terhadap bencana. Bahkan, ditahun ini saja baru sampai bulan  Agustus 2025  sudah terjadi 2170 bencana diIndonesia”, ucapnya.

Dalam Permendagri no 101 tahun 2018 terdapat standar pelayanan minimal.  Perlu SOP yang disusun oleh Madrasah sesuai standar pelayanan minimal tersebut dalam menghadapi bencana. Hal ini dimungkinkan agar bencana yang terjadi dapat diminimalisir jumlah korban dan kerusakan yang terjadi.

Materi kegiatan berupa: sosialisasi tentang bencana, simulasi dalam menghadapi bencana, school whatching dimana siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing kelompok ditugaskan untuk mengamati kondisi Madrasah dan sekitarnya.  Hasil pengamatan dicatat dalam lembar kerja dan difoto sebagai dokumentasinya. Kegiatan akhir berupa diskusi hasil  pengamatan dan presentasi. Hal yang menarik adalah, akhirnya siswa mampu untuk melakukan mitigasi terhadap bencana.

Ucapan terimakasih yang tak terhingga disampaikan oleh kepala Madrasah, Halwati, kepada BPBD Propinsi DKI Jakarta yang telah mengedukasi warga Madrasah. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan Rompi dari BPBD Propinsi DKI Jakarta sebagai simbol bahwa MTsN 34 Jakarta Timur siap menjadi Madrasah Aman Bencana.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below